banner-970x90-2

Pasar Saham Tertekan, Saham Sektor Energi dan Emas Bisa Jadi Peluang di Tengah Ketegangan Geopolitik

Dhanavarta360
22 Jun 2025 - 22:15 WIB 0 Comments
austin-distel-EMPZ7yRZoGw-unsplash

Dhanavarta –  Pasar modal Indonesia menutup pekan lalu dalam tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,88% ke level 6.907,14 pada Jumat (20/6), terseret aksi jual investor asing selama lima hari beruntun.

Ketegangan geopolitik antara Iran dan Israel yang kembali memanas, disertai dengan pernyataan keras dari Presiden AS Donald Trump, membuat pelaku pasar global bersikap lebih hati-hati. Volatilitas meningkat, dan investor mulai memburu sektor-sektor defensif serta komoditas strategis.

Dalam perkembangan terbaru, serangan Israel terhadap infrastruktur militer Iran memicu spekulasi penutupan Selat Hormuz—jalur laut penting bagi ekspor minyak dan LNG dunia. Meski AS menyatakan belum akan terlibat langsung, peringatan untuk evakuasi warga dari Teheran menyiratkan risiko konflik yang bisa melebar. Imbasnya, harga minyak global melonjak dan memicu sentimen positif bagi saham energi.

Sektor Energi dan Komoditas Mulai Jadi Primadona

Di tengah lonjakan harga minyak, saham-saham energi seperti MEDC, ENRG, dan ELSA menunjukkan sinyal teknikal positif dan prospek fundamental yang menguat. MEDC dan KPIG tercatat memiliki peluang untuk breakout resistance dalam waktu dekat, sedangkan ENRG dan ARCI menunjukkan potensi menuju level resistance berikutnya.

Bila harga minyak terus menanjak, efek limpahan juga akan dirasakan oleh emiten batu bara seperti PTBA, ITMG, dan AADI. Kenaikan harga energi mendorong ekspektasi akan meningkatnya permintaan terhadap thermal coal, terutama dari negara-negara yang mencari diversifikasi pasokan.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik juga mendongkrak permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Emiten logam mulia seperti ANTM, BRMS, HRTA, PSAB, dan MDKA mulai mencuri perhatian. Jika konflik terus bereskalasi, sektor ini bisa menjadi pelarian utama bagi investor yang menghindari risiko di pasar saham konvensional.

Saham-Saham Berbasis Teknikal Menarik untuk Dicermati

Beberapa saham juga mencatatkan sinyal teknikal menarik, seperti ERAA dan ADMR yang menunjukkan pola rebound dari support. WIFI membentuk pola bullish candlestick, sedangkan SRTG juga mengindikasikan potensi pemulihan dari titik rendah. Saham DEWA mengalami pullback sehat di atas support teknikal, sementara BRPT direkomendasikan untuk strategi buy on weakness.

Industri Pelayaran Dapat Efek Ikutan Positif

Tak hanya energi dan logam, perusahaan pelayaran seperti WINS dan GTSI juga berpotensi mendapat angin segar jika ketegangan di Timur Tengah mengganggu jalur distribusi global. Ancaman terhadap Selat Hormuz bisa meningkatkan permintaan terhadap jasa pelayaran alternatif dan menyebabkan lonjakan tarif logistik laut.

Arah IHSG dan Strategi Investasi ke Depan

Dhanavarta insigt   menilai meski IHSG berada di bawah tekanan dan bertahan di bawah level 7.000, pasar belum kehilangan daya tariknya. Investor dengan orientasi jangka menengah dapat mulai mencermati saham-saham berfundamental kuat dan sektor yang terdorong oleh dinamika global. Sektor energi, logam mulia, dan pelayaran menjadi tiga arena utama yang dapat mengungguli pasar bila ketidakpastian geopolitik terus berlangsung.

Dalam kondisi seperti ini, pendekatan selektif dan disiplin pada level entry menjadi kunci. Pasar menanti arah baru dari respons global terhadap eskalasi konflik, serta sinyal moneter lanjutan dari bank sentral dunia. Untuk saat ini, investor yang adaptif dan cepat membaca rotasi sektor berpeluang meraih hasil optimal. (DV-1)

Related Posts