banner-970x90-2

Moratelindo Perkuat Ekspansi Jaringan, Pendapatan Retail Tembus Rp1,11 Triliun

Dhanavarta360
09 Jun 2025 - 08:34 WIB 0 Comments
Pekerja sedang memeriksa jaringan di tower milik Moratelindo. (dok.moratel)

Dhanavarta PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) atau Moratelindo terus mempercepat transformasi digital melalui perluasan jaringan dan peningkatan kapasitas layanan. Sepanjang 2024, strategi ini membuahkan hasil positif, dengan lonjakan pendapatan dari berbagai lini bisnis, terutama segmen ritel dan wholesale.

Direktur Utama Moratelindo, Jimmy Kadir, menyampaikan bahwa fokus utama perseroan tahun ini akan mencakup ekspansi jaringan fiber optic backbone, pembangunan lastmile, dan peningkatan kapabilitas layanan Fiber to the Home (FTTH). Perseroan juga menargetkan penguatan inovasi produk serta digitalisasi sistem sebagai bagian dari roadmap 2025.

“Pilar utama penguatan jaringan kami adalah MoNICA, atau Moratelindo Network Interconnect and Content Autonomous, yang memberikan akses langsung antar penyedia layanan internet, termasuk koneksi ke berbagai International Internet Exchange seperti SGIX di Singapura hingga AMS-IX di Eropa,” jelas Jimmy, Jumat (6/6).

Lonjakan FTTH dan Basis Pelanggan

Chief Technology Officer Moratelindo, Michael C. McPhail, mengungkapkan bahwa jumlah homepass FTTH meningkat 14% menjadi lebih dari 788.000 hingga saat ini. Kinerja ini berdampak langsung terhadap kenaikan jumlah pelanggan FTTH sebesar 37%, yang kini menembus 227.000 subscribers. Sementara itu, pelanggan segmen enterprise naik 16% menjadi lebih dari 12.000.

“Dari sisi revenue, pendapatan dari segmen ritel naik 17% menjadi Rp1,11 triliun. Ini menunjukkan respons pasar yang positif terhadap layanan berbasis fiber yang kami tawarkan,” ujar Michael.

Segmen Wholesale dan Penerbitan Sukuk

Wakil Direktur Utama Moratelindo, Andhika Putra, menambahkan bahwa kapasitas bandwidth juga meningkat 8% menjadi 32 TB, yang turut mendorong kenaikan pendapatan dari segmen wholesale sebesar 31% menjadi Rp804 miliar.

Secara total, Moratelindo mencetak EBITDA sebesar Rp1,82 triliun, dengan EBITDA margin mencapai 46%, serta laba bersih Rp262 miliar hingga akhir 2024.

Dari sisi pembiayaan, perusahaan menyelesaikan pelunasan atas dua seri sukuk ijarah sebelumnya dengan total nilai Rp1,12 triliun. Selanjutnya, Moratelindo juga menerbitkan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2024 senilai Rp279,63 miliar, yang telah digunakan untuk refinancing dan penguatan infrastruktur jaringan.

Dengan peringkat idA+(sy) dari Pefindo, Moratelindo mempertegas posisinya sebagai salah satu emiten telekomunikasi syariah yang aktif memanfaatkan instrumen pasar modal untuk mendukung ekspansi berkelanjutan. (DV-1)

Related Posts