Dhanavarta – Harga emas kembali naik di tengah meningkatnya permintaan pasar dan sentimen global yang belum stabil. Mengacu pada data resmi Pegadaian, harga jual emas batangan dari tiga merek ternama—Antam, UBS, dan Galeri24—kompak mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya.
Produk Antam kini dijual Rp2.024.000 per gram, naik Rp9.000 dari Rp2.015.000 sehari sebelumnya. Kenaikan serupa juga terjadi pada Galeri24 yang naik ke Rp1.948.000 per gram, serta UBS yang naik Rp7.000 ke level Rp1.971.000 per gram.
Emas Antam Masih Jadi Favorit Investor
Emas Antam terus menunjukkan daya tarik sebagai instrumen lindung nilai di tengah gejolak pasar global. Dengan kualitas terverifikasi dan tingkat likuiditas tinggi, Antam menjadi primadona terutama untuk investasi jangka panjang. Harga emas Antam 100 gram kini dibanderol Rp196,36 juta, sementara versi kilogram sudah menyentuh Rp1,96 miliar.
Sementara itu, UBS dan Galeri24 juga tak kalah diminati, khususnya oleh investor ritel dan konsumen yang mencari variasi desain atau harga yang lebih kompetitif untuk ukuran kecil.
Harga Emas Lengkap (Per Selasa, 17 Juni 2025):
📌 Antam:
-
0,5 gram: Rp1.063.000
-
1 gram: Rp2.024.000
-
5 gram: Rp9.885.000
-
100 gram: Rp196.361.000
-
1.000 gram: Rp1.962.041.000
📌 UBS:
-
0,5 gram: Rp1.065.000
-
1 gram: Rp1.971.000
-
5 gram: Rp9.662.000
-
100 gram: Rp191.371.000
-
500 gram: Rp955.446.000
📌 Galeri24:
-
0,5 gram: Rp1.022.000
-
1 gram: Rp1.948.000
-
5 gram: Rp9.522.000
-
100 gram: Rp189.210.000
-
1.000 gram: Rp1.890.232.000
Insight: Apa yang Mendorong Kenaikan Harga Emas?
Kenaikan harga emas saat ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Sejumlah faktor global berperan:
-
Geopolitik Timur Tengah & Asia Timur: Ketegangan di Selat Hormuz dan Laut Cina Selatan menciptakan kekhawatiran atas stabilitas ekonomi global, mendorong investor mencari aset aman.
-
Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed: Potensi pelonggaran kebijakan moneter di AS membuat emas lebih menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
-
Permintaan Domestik Naik: Minat masyarakat Indonesia terhadap logam mulia meningkat, terutama menjelang tahun politik dan momentum transisi ekonomi digital.
Apakah Sekarang Waktu Tepat untuk Beli Emas?
Bagi investor jangka panjang, emas tetap menjadi alat lindung nilai yang solid, terutama dalam menghadapi inflasi dan ketidakpastian global. Namun, harga yang sudah tinggi mendorong pentingnya diversifikasi portofolio dan mempertimbangkan skala pembelian secara bertahap (dollar cost averaging). (DV-1)















