Dhanavarta — Elon Musk resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai pejabat khusus di pemerintahan Donald Trump, menandai akhir dari salah satu kemitraan paling kontroversial antara figur teknologi dan politik dalam sejarah modern Amerika Serikat.
Pengumuman tersebut datang hanya sehari setelah Musk mengkritik tax cut bill besar-besaran yang didukung oleh Trump dan telah melaju ke Senat setelah lolos dari DPR AS. Musk menyebut kebijakan itu “kontraproduktif” terhadap upaya penghematan anggaran yang selama ini ia pimpin lewat lembaga Department of Government Efficiency (DOGE).
“Seiring berakhirnya masa saya sebagai Special Government Employee, saya ucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk mengurangi pengeluaran yang tidak efisien,” tulis Musk melalui akun media sosialnya.
DOGE, yang dibentuk pada Januari lalu, ditugaskan memangkas triliunan dolar anggaran federal yang dinilai boros. Namun, hasilnya jauh dari harapan, dan Musk sendiri menjadi sasaran kritik tajam karena pemangkasan besar-besaran di berbagai lembaga, yang bahkan memicu tuntutan hukum.
Tesla Rebound, Imbas Mundurnya Musk dari Pemerintah
Pasar merespons cepat pengumuman tersebut. Saham Tesla Inc (NASDAQ: TSLA) melonjak 2,7% dalam perdagangan setelah jam bursa pada Rabu malam (waktu AS). Investor tampaknya menyambut positif sinyal bahwa Musk kini akan kembali fokus penuh pada perusahaannya.
Selama berafiliasi dengan pemerintahan Trump, citra Tesla sempat tertekan. Aksi boikot, kritik atas afiliasi politik Musk, hingga serangan terhadap fasilitas perusahaan terjadi di sejumlah negara. Dalam earnings call kuartal I, Musk sudah memberi sinyal akan mengurangi keterlibatannya di pemerintahan untuk fokus pada bisnis.
Implikasi Pasar dan Politik
Kepergian Musk membuka babak baru, baik bagi politik fiskal AS maupun dinamika investor. DOGE kemungkinan akan dikaji ulang oleh pemerintahan Trump atau bahkan dibubarkan. Sementara itu, fokus investor tertuju pada apakah Tesla bisa kembali meraih momentum setelah masa penuh kontroversi.
Pengamat menilai, keputusan Musk keluar dari orbit politik bisa menyeimbangkan kembali persepsi publik terhadap perusahaan-perusahaannya, termasuk Tesla dan SpaceX, yang dalam beberapa tahun terakhir terus bergulat dengan isu reputasi.













