banner-970x90-2

OJK Tegaskan Tata Kelola Berintegritas sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi

Dhanavarta360
17 Jun 2025 - 21:04 WIB 0 Comments
Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena. (dok.OJK)

Dhanavarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menegaskan bahwa integritas dan tata kelola (governansi) yang baik merupakan fondasi utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Audit OJK, Sophia Wattimena, dalam acara Governansi Insight Forum yang digelar di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin.

Mengangkat tema “Bersama OJK Membangun Sektor Jasa Keuangan Berintegritas”, forum ini diikuti lebih dari 550 peserta dari berbagai Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga pengawas keuangan, baik secara luring maupun daring.

Sophia menekankan bahwa semakin tinggi tingkat integritas suatu negara, maka semakin cepat pula pertumbuhan pembangunannya. Hal ini ditegaskan berdasarkan data Worldatlas.com (2025) dan Transparency International (2024). “Dengan tata kelola yang baik, kita tidak hanya menjaga kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan, tapi juga menopang ketahanan sistem ekonomi nasional,” ujar Sophia.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan OJK adalah penerbitan Peraturan OJK (POJK) Nomor 12 Tahun 2024 tentang Strategi Anti-Fraud yang mewajibkan seluruh LJK untuk mengadopsi langkah-langkah proaktif dalam pencegahan dan penanganan kecurangan.

Tidak hanya eksternal, penguatan tata kelola juga diterapkan di internal OJK dengan menjadikan Survei Penilaian Integritas (SPI) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai salah satu indikator penilaian kinerja organisasi.

Kegiatan forum ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Asisten Administrasi Umum Sekda Kalimantan Selatan Ahmad Bagiawan, Kepala Departemen Penegakan Integritas OJK Siswani Wisudati, dan pejabat dari KPK, BPK, serta Kementerian Keuangan.

Dalam sambutannya, Ahmad Bagiawan menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik inisiatif ini dan siap memperkuat kolaborasi dengan OJK untuk membangun sektor keuangan daerah yang bersih dan akuntabel.

Forum ini juga menghadirkan pemaparan dari KPK, BPK, dan Inspektorat Kementerian Keuangan, yang memberikan perspektif strategis mengenai penguatan tata kelola dan pencegahan korupsi di sektor keuangan.

Kepala Departemen Penegakan Integritas OJK, Siswani Wisudati, menambahkan bahwa penerapan strategi anti-fraud menjadi kunci untuk menciptakan iklim industri keuangan yang bersih dan berdaya tahan tinggi. “Sinergi antar-lembaga menjadi kunci dalam memperkuat sistem governansi nasional,” tegasnya.

Melalui forum ini, OJK berharap terbangun komitmen kolektif dalam mewujudkan sektor jasa keuangan yang berintegritas tinggi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah. (DV-1)

Related Posts